Ada 7 (tujuh) versi penggolongan obat menurut buku Ilmu Resep oleh Drs. H. A. Syamsuni Apt. Yaitu:
Menurut Kegunaan Obat:
- Untuk menyembuhkan (terapeutik)
- Untuk mencegah (profilaktik)
- Untuk diagnosis (diagnostik)
Menurut cara penggunaan:
- Medicamentum ad usum internum (untuk pemakaian dalam) yaitu melalui oral, diberi etiket putih.
- Medicamentum ad usum externum (untuk pemakaian luar)yaitu selain pemakaian melalui saluran pencernaan, diberi etiket putih.
Menurut cara kerja:
- Lokal: bekerjapada jaringan setempat, contoh: pemakaian topikal / pada kulit
- Sistemik: obat didistribusikan ke seluruh tubuh melalui oral
Menurut undang-undang:
- Narkotika (obat bius atau daftar O = opium), dapat menimbulkan ketagihan harus dg pengawasan dokter, contoh: candu, opium, morfin
- Psikotropika (obat berbahaya), memengaruhi proses mental, contoh:ekstasi, diazepam, barbital.
- Obat Keras (daftar G = Geverlijk = berbahaya) adalah obat yang memiliki dosis maksimum atau terdaftar sebagai obat keras, diberi tanda khusus berupa lingkaran merah dengan hurup K, semua obat baru, dan seidaan parenteral.
- Obat bebas terbatas (daftar W = waarschuwing = peringatan), dengan lingkaran berwarna biru serta diberikan tanda peringatan.
- Obat bebas, yaitu dapat dibeli secara bebas dan tidak membahayakan dengan tanda lingkaran berwana hijau.
Menurut sumber obat: dapat bersumber dari
- Tumbuhan, misalnya: digitalis, kina
- Hewan, misalnya: minyak ikan, cera, adeps lanae
- Mineral, misalnya: iodikalii, parafin, vaselin
- Sintetis, misalnya: kamfer sintetis, vitamin C
- Mikroba, misalnya: antibiotik penisilin
Menurut bentuk dan sediaan obat:
- bentuk padat: serbuk, tablet, pil, kapsul, suppositoria.
- bentuk setengah padat: salep, krim, pasta, gel, serata, occulenta
- bentuk cair/larutan: potio, sirup, eliksir, tetes mata, obat kumur, injeksi, infus, lotio, dll
- bentuk gas: inhalasi/spray/aerosol
Menurut proses fisiologi dan biokimia dalam tubuh:
- Obat farmakodinamis, yang bekerja dengan mempercepat atau memperlambat proses fisiologis atau fungsi biokimia tubuh, contoh: hormon, diuretik, hipnotik, dan obat-obat otonom
- Obat kemoterapetik, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh, misal: antikanker, antibiotik, antiparasit
- Obat diagnostik, yaitu membantu untuk melakukan diagnosis atau pengenalan penyakit, misalnya barium sulfatuntuk diagnosis penyakit saluran lambung-usus
writer note: semoga bermanfaat untuk pembaca, jangan beli obat sembarangan ya ^_^






saya mo tanya, obat menurut cara kerjax yang sistemik itu cuma secara oral saja ya?
untuk jalur selain oral dan kerjax ke seluruh tubuh seperti infus apa namax?
tolong beri penjelasan
ikut nimbrung,,
Seingat saia,, untuk cara pemberian dengan efek sistemik bukan hanya pada penggunaan per oral saja,, tetapi bisa melalui pemberian sublingual, injeksi, implantasi subkutan, dan rektal…
saya sepakat dengan Dije…
yang jelas kita harus tau dulu, pengertian sistemik itu untuk apa, dan bagaimana mekanismenya….
bukan hanya lewat oral saja…. bisa saja lewat pemberian yg seperti sdri dije katakan…
tergantung bagaimana cara obat membuat tubuh berfungsi secara sistemik…
Bank century juga berdampak Sistemik…
Saya jadi takut posting terlalu tinggi.., pertanyaannya berbobot banget..
*kabuuurrr..*
Hai hai..hehe.. Itu ketinggalan kt2 “contoh-nya” melalui oral
peace ^^v
aq tw2,,aq tw2,, pasti ka liew liat di buku Syamsuni,,hehehehe……piss,,
Iyuu.. Kan dah di tulis tuh d atas sumbernya hehe..
ah iya tah,,hehee,,piss,ka,,
Syamsuni tu siapa ?? *lugu bertanya*
Beliau itu calon guru besar ku dkampus baru nanti