Duh panjangnya tu judul.. hehe.. abisnya susah nyingkat nya gimana.. Nahh postingan ini tidak bermaksud membandingkan mana yg lebih baik atau mana yang lebih penting karena keduanya sama pentingnya dan saling melengkapi.. Jadi tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa pekerjaan dan dokter dan apoteker itu saling mendukung dalam pencapaian keberhasilan terapi..
Apa yang anda dapat di konsultasi dengan Dokter?
Saat memeriksakan diri ke dokter, dokter akan mempelajari pasien, seluk-beluk penyakit, diagnosa penyakit, cara pengobatan penyakit, cara pencegahan penyakit, dan pemberian resep obat.
Apa yang anda dapat di konsultasi dengan Apoteker?






masing2 punya tugas&batasan sesuai dengan bidang ilmu,,
ya’ benar dan pastinya saling melengkapi
Ya, kurang diterapkannya KIE.
Sistem yg berlaku jg tergantung berkiblat pd negara mana, apakah Apoteker yg menulis resep ataukah Dokter.
Saling mensupport ajalah, asal jgn saling mendahului.
Tdk ada d negara manapun apoteker nulis resep,mungkin mksudnya merekomendasikan obat kpd dkter untk pasien atau kpd pasien,kalo itu ada cntohnya di salah satu rs di singapure *menurut cerita dosen sy* resep ttp dari dokter namun dberi tambahan rekomendasi obat oleh apoteker untuk mengindari ES dari obat yg pertama.. cmiiw..
gimana ya klo konsultasi dengan dokter dan apoteker dijadikan 1 paket (tidak terpisah)?
Sehingga pasien mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh serta dokter dan apoteker dapat bekerja sama dalam pencapaian keberhasilan terapi.
Ide bagus mas guh..
Bagus juga.. hanya saja, apoteker juga harus “siap”
yup apotekernya juga harus ready steady go.. !!
klik “reply” dink..
itu kemaren pke hp jadinya agak eror hehe..
nah, udah di benerin hehe tengkyuu